Rahasia 9 Ramuan

1. Kapulaga

Kapulaga berfungsi sebagai afrodisiak (penambah libido) dan obat kuat bagi lelaki.
Selain itu, ia berfungsi sebagai obat encok, rematik, demam, batuk, dan pencegah
pengeroposan tulang alias osteoporosis. Kapulaga memiliki aroma yang sedap
sehingga orang Barat menyebutnya grains of paradise, buah surga. Aroma itu berasal
dari kandungan minyak atsirinya. Buahnya sering digunakan untuk bahan penyedap
dan penyegar makanan dan minuman, serta penghilang bau mulut.

2. Jintan Hitam

Jintan hitam alias habbatussauda dapat mencegah penyakit yang menyerang
kekebalan tubuh. Mengonsumsi habbatussauda juga dapat meningkatkan aktivitas
hormon reproduksi yang berhubungan dengan gairah dan kemampuan seksual, serta
meningkatkan daya ingat. Selain itu, habbatussauda juga dapat memperbaiki sistem
peredaran darah ke otak, dan sangat cocok diberikan kepada balita serta lansia.

Jintan hitam pun berfungsi mempertahankan diri dari pengaruh perubahan lingkungan,
gangguan tidur, dan stres. Mengonsumsi jintan hitam pun dapat membuat tubuh
tahan terhadap alergi. Sebanyak 70 % penderita alergi debu, serbuk, asma, dan
jerawat sembuh setelah diberi minyak tanaman ini. Hanya itu? Tidak. Jintan hitam
juga bisa digunakan untuk mengatasi diabetes. Mekanisme kerjanya mirip kinerja
thiazolidinedione–bahan aktif obat diabetes.

3. Lada Hitam

Kandungan biji tanaman ini dapat menstimulasi perut untuk meningkatkan cairan
pencernaan, yaitu asam klorida, yang akan memecah protein dalam lambung untuk
memperbaiki pencernaan. Selain bersifat antioksidan pencegah penyakit, lada hitam
termasuk tanaman afrodisiak, yang bisa meningkatkan gairah bercinta.

4. Kayu Manis

Kandungan kayu manis dapat digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan pilek,
mual, diare, dan untuk meningkatkan energi. Ia juga terbukti dapat mengontrol
kadar gula darah pada penderita diabetes. Ia juga bersifat anti-inflamasi, untuk

menyembuhkan peradangan jaringan internal akibat mengonsumsi makanan
yang digoreng atau diproses. Dan, kayu manis telah digunakan sejak dulu untuk
pengobatan sakit gigi dan bau mulut. Lalu, dalam sebuah penelitian mengenai
respons pria terhadap aroma, terbukti harumnya kayu manis amat dominan dalam
membuat pria mudah terangsang.

5. Cengkih

Cengkih digunakan untuk obat anastetik, antimikroba, penghilang bau napas dan sakit
gigi, mengatasi gangguan pencernaan, sakit perut, sakit dada, batuk, masuk angin,
gangguan haid, rematik, dan pegal linu. Eugenol pada cengkih bersifat antijamur
dan efektif untuk melawan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur dan cacing.
Mengonsumsi cengkih sangat bagus efeknya bagi pencernaan. Tak hanya untuk
melawan kembung dan bisul di perut, cengkih efektif untuk meredakan mual dan
gangguan pencernaan lainnya. Bahkan, eugenol cengkih berfungsi untuk mencegah
pembekuan darah sehingga dapat mencegah stroke.

Kandungan cengkih juga dapat menangkal penyakit kanker, terutama kanker kulit,
kanker paru-paru, dan kanker saluran pencernaan. Flavonoid yang ditemukan dalam
minyak cengkih memiliki sifat anti-inflamasi yang yang dapat membantu penderita
rematik dan gangguan napas. Selain itu, cengkih dipercaya memiliki kandungan zat
perangsang serta dapat membantu kasus ejakulasi dini.

6. Pala

Pala dikenal sebagai obat alami untuk mengatasi gangguan pencernaan, diare, dan
kembung. Bagi Anda yang sudah tidur, pala bisa dijadikan obat bila diminum bersama
susu. Manfaat lainnya adalah untuk pereda sakit gigi karena kandungan pala dapat
memerangi bakteri dalam mulut yang bisa menyebabkan gigi berlubang. Pala juga
dapat mencegah rematik, memperlancar pencernaan, serta mengatasi mual, muntah,
dan nyeri haid. Tahun 2008 peneliti bernama Keri menemukan, biji pala memiliki
senyawa yang efektif menurunkan kadar gula darah untuk penderita diabetes.

7. Pegagan

Pegagan memiliki efek farmakologis anti-infeksi, antitoksik, dan penurun panas.
Mengonsumsi pegagan juga dapat meningkatkan sistem imun, membersihkan
darah, memperlancar air seni, memberi efek positif terhadap daya rangsang saraf
otak, dan memperlancar transportasi darah pada pembuluh otak. Pegagan pun
dapat membantu keseimbangan energi serta menurunkan gejala stres dan depresi.
Tanaman ini juga sering digunakan secara oral untuk meningkatkan sirkulasi darah
pada lengan dan kaki, serta mencegah varises dan salah urat.

8. Secang

Ada 7 kandungan tanaman secang yang bermanfaat. 1. Saponin untuk kelancaran
metabolisme. 2. Flavonoid sebagai antioksidan untuk melindungi tubuh terhadap
kerusakan oksidatif akibat radikal bebas. 3. Polifenol juga sebagai antioksidan. 4.
Minyak atsiri sebagai bahan astiseptik, analgesik, dan stimulan untuk obat sakit
perut. 5. Tanin bersifat antibakteri. 6. Asam galat untuk menghentikan perdarahan. 7.
Brasilin untuk anti-inflamasi serta melindungi tubuh dari keracunan zat kimia.

9. Jahe Merah

Kandungan jahe merah dapat merangsang kelenjar pencernaan, baik untuk
membangkitkan nafsu makan, memperkuat lambung, maupun memperlancar
pencernaan. Ia juga dapat mencegah mual dan muntah, serta mengobati selesma,
batuk, diare, dan radang sendi seperti artritis. Jahe dipercaya dapat meningkatkan
pembersihan tubuh melalui keringat dan menurunkan tekanan darah. Gingerol pada
jahe bersifat antikoagulan untuk mencegah penggumpalan darah, penyebab stroke
dan serangan jantung. Gingerol juga diduga membantu menurunkan kadar kolesterol.

Jahe juga mengandung antioksidan yang membantu menetralkan efek merusak yang
disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh, serta pereda rasa sakit yang dapat
meredakan nyeri rematik, sakit kepala, dan migren. Bahkan, ada yang mengatakan
bahwa mengonsumsi jahe secara rutin pada wanita dapat membuat bercak-bercak
putih di kulit menjadi hilang serta payudara menjadi montok.

Comments

comments